7 Fakta Menarik Dugong, Si Duyung Laut

Fakta menarik dugong (Foto: Pinteres/@adventurecoast)

PARBOABOA - Dugong atau yang lebih dikenal dengan duyung laut merupakan salah satu mamalia laut langka yang hidup diperairan tropis yang tersebar diberbagai penjuru dunia.

Mamalia laut ini akan lebih mudah ditemukan dipesisir pantai Florida pada saat musim semi. Lantaran dugong adalah binatang yang membutuhkan cuaca hangat untuk keberlangsungan hidupnya.

Meskipun dikenal sebagai sapi laut, ikan dugong masih berkerabat dekat dengan gajah. Selain di lautan, dugong pun biasa hidup disungai untuk mencari makan, mereka bisa menghabiskan makanan hingga 10% dari berat tubuhnya bahkan separuh dari 24 jam mereka dihabiskan hanya untuk mengenyangkan perut.

Kira-kira, apalagi fakta unik lainnya tentang hewan ini? Berikut Parboaboa sudah merangkum fakta tentang dugong. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

1. Spesies Dugong

(Foto: owlcation.com)

Ada 4 spesies dalam family dugong, diantaranya Amazonian manatee, west Indian manatee, west African manatee, dan dugong dungon. Satu-satunya spesies duyung sejati lainnya, steiler’s sea cow, diburu hingga punah pada tahun 1767 hanya 36 tahun setelah penemuannya.

Penampilan steiler’s sea cow mirip dugong dungon, tetapi jauh lebih besar dengan panjang tubuh 7-10 meter dengan berat antara 4.500-5.900 kg.

2. Anatomi Dugong

(Foto: phenomenaaroundus.blogspot)

Hewan ini sering disebut sebagai sapi laut karena tubuhnya yang berat dan terlihat kokoh. Mereka berwarna cokelat keabu-abuan dan panjangnya berkisar dari 2,4-4 meter. Dugong dewasa memiliki berat antara 230-400 kg.

Bentuk dan ukuran mamalia ini secara umum dapat dibandingkan dengan lumba-lumba. Perbedaanya, dugong memiliki kepala yang terlalu streamline serta tidak memiliki sirip punggung.

Dugong memiliki ekor mirip lumba-lumba serta memiliki mulut besar untuk membantu mencari makanan seperti rumput laut. Sirip mamalia ini berbentuk seperti dayung dan memiliki telinga dan mata yang terletak disisi kepalanya dengan moncong yang besar.

3. Habitat Dugong

(Foto: Pinterest/@natgeo)

Menurut survei Shark Bay Marine Park, Autralia Barat merupakan rumah terbesar bagi populasi ikan dugong. Terdapat setidaknya 10.000 dugong diperairan Australia Barat dan sekitar 80.000 ekor di seluruh perairan Australia. Laut merah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik juga dikenal sebagai habitat dugong.

4. Makanan Utama Dugong

(Foto: Pinterest/@Savannah7321)

Seperti disebutkan sebelumnya dugong merupakan mamalia herbivore dengan makanan terutama berupa rumput laut. Menggunakan moncongnya, dugong mencabut rumput dari dasar laut kemudian menggoyangkan kepalanya untuk menyingkirkan pasir.

Meskipun biasanya memakan rumput laut pada kedalaman 1-5 meter, binatang dugong juga dikenal mampu menyelam untuk mencari makan hingga kedalaman lebih dari 20 meter. Mamalia ini harus makan setidaknya 50 kg rumput laut setiap harinya.

5. Sistem Reproduksi Dugong

(Foto: oceangrant.com)

Pada usia 9-10 tahun, dugong telah matang secara seksual. Namun, dalam beberapa kasus kematangan seksual baru terjadi pada usia 15 tahun. Untuk menghindari predator seperti hiu, induk dugong melahirkan anaknya diperairan dangkal. Masa kehamilan berlangsung selama 12-14 bulan.

Anak dugong tetap hidup dengan induknya hingga usia 1,5 tahun. Setelah melahirkan, induk dugong tidak akan hamil untuk masa 2,5-7 tahun. Mengingat tingkat reproduksi yang rendah, populasi dugong tetap rentan terhadap kepunahan.

6. Siklus Hidup Dugong

(Foto: Pinterest/@zooborns)

Anak dugong menyusui selama 18 bulan atau lebih dan selama itu juga mereka jarang berada jauh dari induknya, mereka sering terlihat menunggangi punggung induknya. Anak dugong menyusu dari kelenjar susu induknya yang tersembunyi di bawah siripnya.

Mereka terus dekat dengan induknya sampai antara 6-9 tahun, dimana mereka akan meninggalkan induknya untuk mencari pasangan sendiri. Dugong di alam liar, hidup hingga 70 tahun atau lebih dan usianya dapat diperkirakan dengan menghitung lapisan pertumbuhan yang membentuk gadingnya.

7. Berkerabat dengan Gajah

(Foto: Greeners.Co)

Kita mengenal dugong dengan nama lain sapi laut, kendati begitu menurut catatan fosil, pada 50 juta tahun yang lalu sirenia, ordo mamalia herbivora adalah kerabat dekat gajah yang berevolusi dari daratan menuju lautan.

Maka dari itu, kita mengenal dugong sekarang sebagai binatang laut, sedangkan gajah binatang yang hidup di daratan. Sebenarnya penamaan sapi laut kurang sesuai dengan asal-usul hidupnya.

Demikianlah pembahasan seputar hewan dugong beserta fakta menariknya. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasanmu dan selamat membaca.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS