Mengetahui Pesona Hewan Berdarah Dingin, Lengkap dengan Contoh dan Perbedaanya dengan Hewan Berdarah Panas

Hewan Berdarah Dingin (Foto:iStockPhoto)

PARBOABOA - Dalam dunia fauna, terdapat dua jenis hewan berbeda yang menarik untuk diketahui, yakni hewan beradarah panas dan dingin.

Hewan berdarah panas adalah makhluk yang memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuh mereka sendiri, sehingga dapat hidup di berbagai lingkungan dan kondisi cuaca yang berbeda.

Misalnya, saat suhu lingkungan turun, mereka dapat menghasilkan panas tubuh untuk menjaga suhu internalnya tetap stabil.

Sementara itu, hewan berdarah dingin, seperti reptil dan amfibi, tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka sendiri.

Sehingga, mereka lebih aktif saat suhu lingkungan meningkat dan cenderung beristirahat atau menjadi kurang aktif saat suhu lingkungan menurun.

Perbedaan ini mempengaruhi perilaku dan pola kehidupan hewan-hewan tersebut, menjadikan dunia fauna begitu beragam dan menarik untuk dipelajari.

Kedua jenis hewan ini memiliki adaptasi yang unik sesuai dengan lingkungan tempat mereka hidup, sehingga menjadi contoh keajaiban evolusi dalam alam semesta ini.

Lewat artikel kali ini, Parboaboa akan mengajakmu untuk mengungkap apa itu hewan berdarah dingin, yang dikenal mampu untuk mengatur suhu tubuhnya terhadap lingkungan sekitarnya. Dari pada penasaran, yuk simak ulasan di bawah ini.

Apa yang Dimaksud Hewan Berdarah Dingin?

Hewan Berdarah Dingin Adalah (Foto: Freepik)

Dikutip dari Byjus, hewan berdarah dingin adalah jenis hewan yang tidak dapat mengatur suhu internal dalam tubuhnya lewat adanya perubahan lingkungan. Hal ini membuat mereka cukup kesulitan untuk bertahan di kondisi suhu ekstrem.

Hewan yang berdarah dingin juga dikenal dengan sebutan hewan poikilotermik atau hewan ektothermik. Mereka memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari hewan berdarah panas, seperti sumber panas, produksi energi, tingkat metabolisme, suhu tubuh, dan pengaturan suhu tubuh.

Ciri khas seperti ini termasuk, ketika suhu terlalu rendah, hewan poikilotermik akan mencari sinar matahari untuk meningkatkan suhu tubuh mereka.

Sebaliknya, ketika cuaca terlalu panas, mereka akan mencari lingkungan yang lebih sejuk untuk bertahan hidup.

Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan untuk menghemat energi mereka sendiri.

Beberapa contoh hewan berdarah dingin adalah reptil, amfibi, ikan, artropoda, moluska, echinodermata, dan cacing.

Saat suhu sangat dingin, mereka akan mencari lingkungan dengan suhu lebih rendah, yang menyebabkan metabolisme tubuh melambat dan membantu mereka menghemat energi, seperti yang dilansir oleh Zoo Atlanta.

Tidak seperti hewan berdarah panas yang memiliki sumber internal untuk menghasilkan panas, hewan darah dingin bisa dianalogikan dengan tidak memiliki tungku energi internal yang perlu dihangatkan secara terus-menerus.

Kemampuan adaptasi ini memungkinkan mereka bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan yang berfluktuasi.

Karakteristik Hewan Berdarah Dingin

Karakteristik Hewan Berdarah Dingin (Foto: Freepik) 

Untuk membedakannya dengan tipe hewan lainnya, hewan yang berdarah dingin memiliki ciri khas yang mencolok. Adapun ciri-ciri tersebut adalah:

1. Tidak Mampu Mengatur Suhu Tubuh Sendiri

Hewan berdarah dingin adalah makhluk yang tidak memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuh mereka secara internal seperti hewan berdarah panas.

Suhu tubuh mereka bergantung pada suhu lingkungan sekitar, sehingga mereka sering menjadi tidak aktif selama cuaca dingin dan kurang aktif pada malam hari ketika suhu lingkungan menurun.

2. Memiliki Metabolisme yang Lambat

Hewan poikilotermik memiliki metabolisme yang lebih lambat daripada hewan berdarah panas. Hal ini karena mereka bergantung pada sumber energi eksternal untuk mengatur suhu tubuhnya.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan lebih sedikit energi dan makanan untuk bertahan hidup.

3. Kebutuhan Energi yang Lebih Sedikit

Hewan poikilotermik membutuhkan energi yang lebih sedikit daripada hewan berdarah panas karena metabolisme mereka yang lambat. Hal ini memungkinkan mereka bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang keras dan dengan sumber makanan yang terbatas.

Contoh Hewan Berdarah Dingin

Contoh Hewan Berdarah Dingin (Foto: Freepik) 

Ada banyak sekali contoh hewan berdarah dingin yang bisa kamu jumpai di sekitarmu. Beberapa di antaranya adalah:

1. Ular

Ular termasuk ke dalam kategori binatang berdarah dingin, karena itu mereka terkenal memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang keras.

2. Kadal

Hewan kadal bearded dan iguana merupakan hewan yang sangat populer dijadikan sebagai hewan peliharaan.

3. Kura-kura

Perlu kamu ketahui bahwa kura-kura darat dan kura-kura air, selain itu kura-kura adalah hewan yang memiliki usia panjang dan sering dijadikan hewan peliharaan.

4. Ikan

Termasuk hiu, paus, dan pari. Ikan adalah hewan poikilotermik yang hidup di lingkungan air dan membutuhkan suhu air yang tepat untuk bertahan hidup.

5. Amfibi

Salah satu contoh hewan poikilotermik yaitu katak dan salamander, hewan Amfibi sering dijumpai di lingkungan air dan darat.

6. Artropoda

Ternyata jenis artropoda seperti serangga, kupu-kupu dan lebah, laba-laba, dan udang. Termasuk binatang berdarah dingin.

7. Moluska

Selain hewan artropoda, ternyata siput dan keong termasuk dalam kategori hewan poikilotermik.

8. Echinodermata

Ternyata bintang laut dan teripang merupakan hewan poikilotermik.

9. Ubur-ubur

Ubur-ubur termasuk ke dalam kelompok hewan poikilotermik, hal ini berarti bahwa suhu tubuh ubur-ubur tidak dapat diatur secara internal dan bergantung pada suhu lingkungan sekitarnya.

10. Cacing

Kelompok hewan poikilotermik juga mencakup beberapa spesies cacing, yang artinya cacing tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka secara internal dan bergantung pada suhu lingkungan sekitar.

11. Pisces

Pisces adalah kelompok hewan vertebrata yang menghuni perairan dengan mahir menggunakan sirip-siripnya untuk bergerak dan menjaga keseimbangan tubuh. Lantas, mengapa Pisces termasuk hewan berdarah dingin?

Mereka disebut hewan poikilotermik karena suhu tubuhnya yang tidak tetap, dipengaruhi oleh kondisi suhu di sekitarnya.

Fenomena ini menjadi salah satu fakta menarik tentang mereka yang jarang diketahui banyak orang. Hal ini juga membuat Pisces begitu bergantung pada lingkungan untuk menjaga suhu tubuh yang optimal.

Tak heran mengapa sejumlah orang kerap bertanya mengapa pisces termasuk hewan berdarah dingin.

Perbedaan Hewan Berdarah Dingin dan Panas

Perbedaan Hewan Berdarah Dingin dan Panas (Foto: Freepik) 

Setelah melihat ulasan di atas, lantas apa saja sebenarnya perbedaan hewan berdarah dingin dan panas?

Dikutip dari Thebiologynotes, ada beberapa perbedaan antara kedua jenis hewan ini. Untuk mengetahuinya, tetap simak ulasan di bawah ini.

1. Definisi

Menurut definisi, binatang berdarah dingin tidak dapat mempertahankan suhu tubuh yang konstan, sementara itu hewan berdarah panas dapat mempertahankan suhu tubuh yang konstan.

2. Produksi Energi

Berdasarkan produksi energi, hewan atau binatang berdarah dingin selalu mendapatkan energi dalam bentuk panas untuk mengatur panas tubuh, sedangkan hewan berdarah panas dapat menghasilkan panas di dalam tubuh mereka.

3. Sumber Panas

Hewan atau binatang berdarah dingin mendapatkan panas melalui lingkungan sekitarnya, sementara hewan berdarah panas bisa menghasilkan panas terutama melalui makanan yang dikonsumsi.

4. Tingkat Metabolik

Perlu kamu ketahui bahwa tingkat metabolik hewan atau binatang berdarah dingin selalu berubah seiring perubahan suhu lingkungan. Mereka juga biasanya lebih rendah daripada hewan berdarah panas.

Namun, secara umum, suhu lingkungan tidak terlalu mempengaruhi panas tubuh hewan berdarah panas.

5. Suhu Tubuh

Suhu tubuh hewan poikilotermik sangat bervariasi dengan suhu di sekitarnya, sedangkan hewan berdarah panas biasanya antara 35-40° C.

6. Pengaturan Panas

Hewan yang berdarah dingin dapat mengatur panas dengan berbagai metode termasuk mandi di bawah sinar matahari, mengubah warna tubuh, meregangkan anggota badan di bawah sinar matahari.

Sementara hewan berdarah panas mengatur panas terutama melalui proses metabolisme dan mekanisme adaptif seperti berkeringat, terengah-engah, insulasi, pengaturan aliran darah ke ekstremitas, migrasi, aktif secara nokturnal, hibernasi, penggalian, mengubah luas permukaan tubuh menjadi rasio volume tubuh.

Demikianlah pembahasan seputar apa itu hewan berdarah dingin, lengkap dengan contoh, jenis, dan perbedaan hewan berdarah dingin dan panas. Semoga ulasan kami dapat menambah wawasanmu seputar dunia hewan!

Editor: Ester
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS