Kisah Nabi Yunus AS dalam Al Quran, Lengkap dengan Hikmah dan 3 Mukjizatnya

Kisah Nabi Yunus AS dalam Al Quran (Foto: Parboaboa/Ratni)

PARBOABOA – Kisah nabi Yunus AS adalah salah satu cerita yang menakjubkan dalam sejarah kehidupan para nabi yang tercatat dalam kitab suci Al Quran.

Dari banyak kisah Nabi Yunus, ada satu cerita yang paling populer saat beliau dimangsa seekor ikan paus. Secara logika, apabila manusia lain mengalami hal tersebut, kemungkinan ia tidak akan mampu bertahan hidup dan mati begitu saja, ketika menjadi santapan ikan bertubuh besar itu.

Berbeda dengan Nabi Yunus, berkat mukjizat dari Allah SWT, beliau tetap hidup dan keluar dengan selamat dari perut ikan paus tersebut.

Kisah Nabi Yunus AS dan seekor ikan paus terdapat dalam surat Al-Anbiya ayat 87-88.

Berikut adalah bunyi dari Surah Al Anbiya ayat 87:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Bacaan Latin: “Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira 'alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innÄ« kuntu minaẓ-ẓālimÄ«n."

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Surah Al Anbiya ayat 88:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

Bacaan Latin: "Fastajabnā lahụ wa najjaināhu minal-gamm, wa każālika nunjil-mu`minīn."

Artinya: “Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”

Nah, bagaimanakah kisah selengkapnya tentang Nabi Yunus AS dan apa mukjizat Nabi Yunus? Berikut ini Parboaboa akan menceritakan lengkap dengan hikmah yang bisa kita ambil. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Kisah Keteladanan Nabi Yunus AS

Ilustrasi keteladanan Nabi Yunus AS (Foto: Parboaboa/Ratni)

Nabi Yunus AS merupakan salah satu nabi yang kisahnya diceritakan berkali-kali dalam Al-Quran. Allah menceritakan kisah Nbai Yunus AS sebanyak empat kali.

1. Pertama, kisah Nabi Yunus alaihissalam disebutkan Allah dalam surah Yunus ayat 98:

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ

Artinya: "Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu."

2. Kemudian Allah menyebutkannya dalam surah Al-Anbiya ayat 87-88 seperti yang sudah disebutkan di atas.

3. Kisah Nabi Yunus AS dapat ditemukan dalam surah As-Saffat ayat 139-148:

“Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang Rasul, (ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan, kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).

Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.

Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit. Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih, sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.”

4. Keempat, Allah mengisahkan tentang Nabi Yunus dalam surah Al-Qalam ayat 48-50:

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih. Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh.”

Kisah Nabi Yunus AS dari lahir dan Perjuangannya Mengajak Umat ke Jalan yang Benar

Ilustrasi kisah Nabi Yunus AS (Foto: Parboaboa/Ratni)

Nabi Yunus AS lahir di Irak, di sebuah kampung bernama Ninawa dengan penduduk yang menyembah berhala seperti kisah Ibrahim AS.

Meskipun lahir di lingkungan tersebut tidak membuat Nabi Yunus ikut menyembah berhala. Nabi Yunus AS berasal dari suku Benyamin. Ayahnya sudah lama wafatnya setelah kelahirannya.

Allah SWT mengutus Nabi Yunus AS untuk mengajak umatnya yang berbuat jahat agar segera bertaubat kepada Allah. Ajakan Nabi Yunus AS saat itu ditolak oleh warga Ninawa. Para warga Ninawa bukannya mengikuti ajarannya, malah menghina dan mengusirnya.

Nabi Yunus merasa kecewa dan memutuskan untuk meninggalkan warga Ninawa dengan hati yang sedih dan marah. Perasaan kecewa dan marah memenuhi hatinya. Rasa terseut mengantarkan Nabi Yunus AS pergi meninggalkan kampung Ninawa, bahkan sebelum Allah menyuruhnya pergi. Nabi Yunus pun pergi dengan mengabaikan umatnya hingga kemudian turunlah azab Allah.

Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus

Ilustrasi kisah Nabi Yunus AS (Foto: Parboaboa/Ratni)

Azab yang datang selepas perginya Nabi Yunus AS digambarkan sebagai peristiwa yang luar biasa, saat itu langit mulai gelap hingga warga menyadari hal itu merupakan azab dari Allah. Semua warga Ninawa merasa ketakutan.

Nabi Yunus AS yang telah pergi kemudian menaiki kapal di tepi laut. Tanpa diduga, badai pun datang dan membuat kapal terombang ambing dengan dahsyat.

Nabi Yunus menyadari badai tidak akan berhenti sebelum dirinya di buang ke laut. Nabi Yunus pun terlempar ke dalam laut, kemudian Allah memerintahkan ikan paus untuk menelan Nabi Yunus AS tanpa melukainya sedikit pun. Hal ini agar memberikan sebuah pelajaran kepada Nabi Yunus AS.

Akhirnya Nabi Yunus AS ditelan ikan paus yang besar. Di dalam tubuh ikan tersebut terlihat gelap gulita, Nabi Yunus AS menyadari bahwa ia telah melakukan sebuah kesalahan besar yaitu meninggalkan umatnya dan tidak sabar menghadapi umatnya. Di tengah ketakutan tersebut membuat Nabi Yunus AS bertaubat dan meminta ampunan serta pertolongan Allah SWT. Nabi Yunus AS tak henti-hentinya berdoa dalam gelapnya perut ikan paus.

Setelah berada tiga hari tiga malam di dalam perut ikan paus tersebut,Allah memerintahkan ikan paus untuk memuntahkan Nabi Yunus AS di tanah tandus. Di tempat itu, Allah tumbuhkan sebuah tanaman yaqthinah yang dapat digunakan sebagai obat untuk Nabi Yunus yang sakit saat hendak dikeluarkan dari dalam perut ikan paus.

Kisah Nabi Yunus AS Wafat

Ilustrasi kisah Nabi Yunus AS wafat (Foto: Parboaboa/Ratni)

Allah menerima taubat Nabi Yunus AS dan memerintahkannya untuk kembali ke kampung halamannya di Ninawa.

Selain itu, Allah juga menghadiahkan nikmatnya hidup di waktu tertentu. Nabi Yunus AS melanjutkan kehidupannya sebagai nabi dan pemimpin kaummnya.

Beliau terus menyampaikan ajaran tauhid dan membimbing umatnya untuk menjalani  kehidupan yang sesuai dengan ajaran Allah SWT.

Umatnya bersedia mengikuti ajaran Nabi Yunus, mereka sangat menghormatinya karena kebijaksanaanya dan keteguhannya dalam menyampaikan kebenaran.

Nabi Yunus AS wafat pada usia 110 tahun. Nabi Yunus AS dimakamkan di kampung halaman sendiri Ninawa, di sebuah tempat di Lebanon hingga desa Arab di Masyhad. Di atas sebuah bukit yang memiliki masjid di atasnya.

Hikmah Kisah Nabi Yunus AS

Ilustrasi hikmah Nabi Yunus AS (Foto: Parboaboa/Ratni)

Kisah Nabi Yunus adalah salah satu kisah yang terdapat dalam Al-Quran. Nabi Yunus adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah SWT kepada kaum Ninawa. Berikut ini adalah beberapa hikmah yang dapat dipetik dari kisah Nabi Yunus:

1. Taubat dan Pengampunan

Salah satu hikmah utama dari kisah Nabi Yunus adalah pentingnya taubat dan pengampunan.

Nabi Yunus awalnya menolak untuk memenuhi tugas yang Allah berikan kepadanya, namun setelah mengalami kesulitan dan terperangkap dalam perut ikan besar, ia menyadari kesalahannya dan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Allah kemudian mengampuni Nabi Yunus dan memberinya kesempatan baru.

2. Kepatuhan terhadap Perintah Allah

Kisah Nabi Yunus juga mengajarkan pentingnya patuh terhadap perintah Allah. Meskipun Nabi Yunus awalnya menolak, akhirnya ia mematuhi perintah Allah dan pergi menyampaikan dakwah kepada kaum Ninawa.

Hal ini mengajarkan kepada kita untuk patuh terhadap perintah-perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kesabaran dan Keyakinan

Nabi Yunus mengalami berbagai ujian dan cobaan dalam hidupnya. Ketika terperangkap dalam perut ikan, ia tetap bersabar dan tidak putus asa.

Hal ini mengajarkan kepada kita untuk tetap sabar dan memiliki keyakinan yang kuat dalam menghadapi kesulitan hidup.

4. Rahmat Allah yang Luas

Kisah Nabi Yunus juga menggambarkan rahmat Allah yang luas. Allah memberi kesempatan kepada Nabi Yunus untuk bertaubat dan mengampuninya.

Ini adalah pengingat bagi kita bahwa Allah selalu siap mengampuni hamba-Nya yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.

5. Pentingnya Menyampaikan Dakwah

Nabi Yunus diutus untuk menyampaikan dakwah kepada kaum Ninawa yang tengah melakukan perbuatan jahat dan menyimpang.

Meskipun awalnya enggan, Nabi Yunus akhirnya melaksanakan tugasnya dan kaum Ninawa pun bertaubat.

Hal ini mengajarkan kita pentingnya menyampaikan dakwah kepada orang lain dan berusaha untuk mengajak mereka ke jalan yang benar.

Mukjizat Nabi Yunus AS

Ilustrasi mukjizat Nabi Yunus AS (Foto: Parboaboa/Ratni)

Allah SWT memberikan 3 mukjizat Nabi Yunus AS semasa hidupnya. Berikut ini adalah mukjizat Nabi Yunus adalah sebagai berikut:

1. Bencana bagi penduduk Ninawa

Nabi Yunus AS merasa kecewa dan marah kepada penduduk Ninawa yang keras kepala karena mereka menyembah berhala dan tidak percaya kepada Allah. Akhirnya, Nabi Yunus AS berencana untuk pergi meninggalkan daerah itu.

Sebelum Nabi Yunus AS pergi, ia berdoa kepada Allah meminta agar bencana diturunkan kepada penduduk Ninawa karena mereka terus melakukan pembangkangan.

Allah pun mendengar doa Nabi Yunus AS dan mengabulkannya. Namun, Nabi Yunus AS tidak tahu bahwa doanya telah dikabulkan karena ia sudah pergi meninggalkan penduduk Ninawa sebelum bencana tersebut terjadi.

Setelah Nabi Yunus AS pergi, langit tiba-tiba menjadi gelap gulita. Badai angin kencang pun muncul dan menghantam Ninawa.

Pohon-pohon tumbang dan batu-batu terlempar. Penduduk Ninawa pun ketakutan dengan bencana yang terjadi. Mereka akhirnya merasa menyesal dan memohon ampun kepada Allah SWT. Allah yang mendengar doa mereka akhirnya menghentikan bencana tersebut.

2. Selamat dari dalam perut ikan paus

Mukjizat Nabi Yunus selanjutnya terjadi setelah ia meninggalkan Ninawa tanpa izin Allah.

Hal ini mengakibatkan Allah memberikan ujian kepada Nabi Yunus. Saat ia naik ke sebuah kapal, tiba-tiba datang gelombang besar yang hampir menenggelamkan kapal.

Para penumpang kapal kemudian membuang beberapa beban agar kapal tidak tenggelam. Mereka juga melakukan undian untuk "melempar" penumpang.

Nama Yunus terpilih tiga kali, dan akhirnya ia harus ikhlas melompat ke laut. Saat Nabi Yunus melompat, seekor ikan paus, segera menelannya.

Mukjizat Nabi Yunus adalah bertahan hidup di dalam perut ikan itu selama beberapa hari. Rupanya, ikan paus tersebut diutus oleh Allah untuk menguji Nabi Yunus AS, dan mukjizatnya adalah bahwa tulang-tulang Yunus tidak rusak di dalam perut ikan.

Allah tetap melindungi Nabi Yunus selama berada di dalam perut ikan tersebut, meskipun ia menghadapi cobaan dalam kegelapan dan di dasar laut.

Nabi Yunus segera bertaubat dan bertasbih kepada Allah setiap harinya selama berada di dalam perut ikan paus. Sambil membacakan doa yang bunyinya sebagai berikut:

لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Arab latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.

Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (Surat Al Anbiya ayat 87)

Hingga akhirnya Allah mengeluarkannya dari perut ikan dan mendamparkannya di sebuah pulau yang dilengkapi dengan makanan dan minuman.

3. Mendirikan Sholat Ashar

Setelah keluar dari perut ikan paus dan terdampar di sebuah pulau, Nabi Yunus mendirikan shalat Asar.

Shalat tersebut terdiri dari empat rakaat sebagai bentuk penghargaan atas keselamatannya dari empat kegelapan, yaitu kegelapan dosa, kegelapan air laut, kegelapan malam, dan kegelapan dalam perut ikan paus.

Nabi Yunus menjadi manusia pertama yang melaksanakan shalat Asar sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas perlindungannya.

Demikianlah kisah Nabi Yunus dan mukjizatnya yang merupakan salah satu cerita inspiratif dalam Islam yang mengajarkan kepada kita tentang kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS