Arti Ucapan Marhaban Ya Ramadhan, Lengkap dengan Asal-Usulnya

Arti Kalimat Marhaban Ya Ramadhan (Foto : Canva)

PARBOABOA - Marhaban Ya Ramadhan adalah sebuah kalimat yang sering diucapkan oleh umat Muslim untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Arti harfiah dari kalimat ini adalah "Selamat datang, ya Ramadan". Namun, kalimat ini memiliki makna yang lebih dalam dan signifikan bagi umat Muslim.

Untuk itu, Parboaboa akan mengulas tentang arti Marhaban Ya Ramadhan serta asal-usul ucapan Ramadhan tersebut. Yuk, simak ulasan di bawah ini.

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan (Foto: Canva)

Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Muslim, karena pada bulan ini umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh. Dalam Islam, puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang harus dilakukan oleh setiap umat Muslim yang telah mencapai usia dewasa.

Puasa Ramadhan termasuk rukun Islam berdasarkan hadis dari Abu Abdirrahman Abdullah ibn Umar ibn al Khaththab , ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah n bersabda:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ﷺ: بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya: Islam itu dibangun di atas lima perkara: syahadat(persaksian) bahwa tidak ada ilah (sembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah, mendirikan shalat, membayar za kat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.’” (HR al-Bukhari: 8 dan Muslim: 16)

Selama bulan suci ini, umat Muslim diharapkan untuk meningkatkan kualitas ibadahnya, baik itu dalam bentuk puasa, sholat, membaca Al-Qur'an, dan amalan-amalan kebaikan lainnya. Pada wakyu ini juga dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat, sehingga umat Muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak amalan kebaikan.

Marhaban Ya Ramadhan menjadi kalimat yang sangat penting dalam menyambut bulan Ramadan, karena dengan kalimat ini umat Muslim menyatakan kebahagiaan dan kegembiraannya menyambut bulan yang penuh berkah dan rahmat ini. Kalimat ini juga menjadi semacam semangat dan motivasi bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan amalan kebaikan selama bulan Ramadan.

Dalam konteks budaya Indonesia, Marhaban Ya Ramadhan juga sering diucapkan oleh masyarakat sebagai bentuk ungkapan kebersamaan dan persaudaraan. Banyak acara-acara keagamaan seperti buka puasa bersama, tadarus Al-Qur'an, dan pengajian yang diadakan selama bulan Ramadan, yang diisi dengan berbagai kegiatan ibadah dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara luas.

Asal-Usul Kalimat Marhaban Ya Ramadhan

Asal Usul Kalimat Marhaban ya Ramadhan (Foto: Canva)

Asal usul dari kalimat Marhaban Ya Ramadhan tidak begitu jelas karena tidak ada sumber yang pasti. Namun, ada beberapa pendapat yang mengemukakan tentang asal-usul kalimat tersebut.

Pendapat pertama mengatakan bahwa kalimat Marhaban Ya Ramadhan berasal dari bahasa Arab. Marhaban dalam bahasa Arab berarti "selamat datang" atau "salam". Sedangkan Ramadhan adalah nama bulan dalam kalender Hijriyah. Jadi, kalimat Marhaban Ya Ramadhan secara harfiah berarti "selamat datang, bulan Ramadhan".

Pendapat kedua mengatakan bahwa kalimat Marhaban Ya Ramadhan berasal dari zaman Rasulullah SAW. Ketika Rasulullah SAW menyambut bulan Ramadan, beliau sering mengucapkan kalimat "Marhaban Ya Ramadhan" untuk menyambut bulan suci tersebut. Dan kemudian, kalimat tersebut menjadi populer di kalangan umat Muslim.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa kalimat Marhaban Ya Ramadhan berasal dari peradaban Arab pra-Islam. Ketika bulan Ramadan datang, orang Arab pra-Islam sering mengucapkan kalimat "Marhaban Ya Shahru Ramadan" atau "selamat datang, bulan Ramadan". Dan kemudian, kalimat ini diadaptasi oleh umat Muslim dan menjadi Marhaban Ya Ramadhan.

Meskipun asal usul kalimat Marhaban Ya Ramadhan tidak begitu jelas, namun kalimat ini sudah menjadi bagian dari budaya dan tradisi umat Muslim dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kalimat ini juga menjadi semacam semangat dan motivasi bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan amalan kebaikan selama bulan Ramadan.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS