NasDem Geser Ahmad Sahroni dari Komisi III ke Komisi I DPR RI, Apa Penyebabnya?

Nasdem geser posisi Ahmad Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI menjadi Anggota Komisi I DPR RI (Foto: IG/@ahmadsahroni88)

PARBOABOA, Jakarta - Fraksi Partai NasDem di DPR RI resmi memutuskan untuk memindahkan Ahmad Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI menjadi Anggota Komisi I DPR RI. 

Keputusan ini diambil melalui rapat pimpinan Fraksi Partai NasDem dan dituangkan dalam surat resmi bernomor F.NasDem/768/DPR-RI/VIII/2025 yang ditandatangani Ketua Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat, bersama Sekretaris Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni.

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa mutasi berlaku sejak 29 Agustus 2025. Posisi Sahroni di Komisi III digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu, yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI.

“Sesuai Rapat Pimpinan Fraksi Partai Nasdem DPR RI dengan hormat kami sampaikan Pergantian Nama Anggota Komisi Ill dan IV terhitung mulai tanggal 29 Agustus 2025,” tulis surat tersebut.

Langkah pergeseran ini dilakukan di tengah sorotan publik terhadap sikap dan pernyataan Sahroni dalam menanggapi kritik masyarakat. 

Salah satu yang menyita perhatian adalah ucapannya pada 22 Agustus 2025 di Sumatera Utara, yang menyebut bahwa orang-orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “mental manusia tertolol sedunia.” 

Pernyataan tersebut menuai kritik luas karena dinilai tidak pantas keluar dari seorang pejabat publik. 

Tak berhenti di situ, Sahroni kembali menjadi sorotan ketika menyampaikan imbauan agar anggota DPR bekerja dari rumah (work from home) pada 28 Agustus 2025. 

Pernyataan itu dikaitkan dengan agenda demonstrasi di depan Gedung DPR RI, yang menurutnya dapat mengganggu mobilitas para wakil rakyat.

Meski demikian, Fraksi NasDem menegaskan bahwa mutasi ini bukan semata-mata karena kontroversi pernyataan Sahroni, melainkan sebagai langkah strategis partai. 

Viktor Laiskodat menyatakan perpindahan kader ke komisi berbeda merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan politik nasional yang terus berubah.

“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/82025). 

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan internal dan dinamika politik, bukan sekadar sorotan publik.

Untuk diketahui, Komisi III DPR RI membidangi urusan hukum, HAM, dan keamanan, dengan mitra kerja di antaranya Kejaksaan Agung, Polri, KPK, BNN, hingga Mahkamah Agung. 

Sementara itu, Komisi I DPR RI berfokus pada pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan intelijen, dengan mitra kerja seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI, BIN, BSSN, Dewan Pers, hingga KPI.

Dengan mutasi ini, NasDem berharap kinerja kadernya lebih optimal, baik dalam fungsi legislasi maupun pengawasan. 

Profil Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem). Ia lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977. 

Berasal dari keluarga sederhana, masa kecilnya diwarnai perjuangan keras untuk membantu perekonomian keluarga. 

Ibunya diketahui pernah berjualan nasi Padang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, sementara Sahroni kecil mencari tambahan penghasilan dari berbagai pekerjaan, mulai dari tukang semir sepatu, ojek payung, sopir antar jemput anak sekolah, hingga staf operasional di perusahaan bahan bakar minyak.

Kerja keras itu membawanya ke dunia bisnis. Sahroni pernah memimpin sejumlah perusahaan, mengembangkan usaha transportasi bahan bakar minyak dengan kapal tongkang, serta merambah sektor properti. 

Kesuksesannya di bidang usaha membuatnya dijuluki sebagai “crazy rich Tanjung Priok”. Selain itu, ia dikenal sebagai penggemar otomotif, pendiri sekaligus presiden Brotherhood Club Indonesia, serta ketua Ferrari Owner's Club Indonesia.

Perjalanan politik Sahroni dimulai pada 2013 ketika ia bergabung dengan Partai NasDem. Dalam Pemilu 2014, ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III. 

Kariernya di parlemen berlanjut hingga menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI periode 2019–2024, yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan. 

Di luar parlemen, ia pernah ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Formula E 2022. Dalam struktur partai, Sahroni menjabat sebagai Bendahara Umum DPP NasDem sejak 2019 hingga kini.

Dari sisi akademik, Sahroni menyelesaikan pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa pada 2009. 

Ia kemudian meraih gelar magister di Stikom InterStudi pada 2020, dan melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor ilmu hukum di Universitas Borobudur Jakarta pada 2024.

Perjalanan hidup Sahroni memperlihatkan transformasi dari masa kecil yang penuh keterbatasan menjadi sosok pengusaha sukses dan politisi berpengaruh. 

Namun, langkahnya di dunia politik juga kerap menjadi sorotan, baik karena posisinya di DPR maupun pernyataannya yang memicu kontroversi di ruang publik.

Editor: Defri Ngo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS