parboaboa

Politisi NasDem Tanggapi Kabar Mentan Syahrul Yasin Limpo jadi Tersangka KPK

Andy Tandang | Hukum | 29-09-2023

Mentan Syahrul Yasin Limpo dikabarkan jadi tersangka KPK. (Foto: Instagram/@syasinlimpo)

PARBOABOA, Jakarta - Penggeledahan rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Jakarta Selatan, berlanjut hingga pagi hari, Jumat (29/9/2023).

Rumah dinas politisi Partai NasDem itu digeledah tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Kamis (28/9) pukul 16.30 WIB.

Hingga kini, KPK juga belum menjelaskan secara rinci temuan bukti dari penggeledahan di rumah dinas mantan kader Partai Golkar itu.

Di media sosial, kabar terkait Mentan Syahrul yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ramai diperbincangkan. Namun, lembaga antirasuah itu belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini.

Saat penggeledahan dilakukan, Syahrul ternyata sedang bertugas di luar negeri, menghadiri konferensi di Roma, Italia.

Dilihat PARBOABOA di akun resmi Instagramnya @syasinlimpo, Syahrul terlihat mengunggah kegiatannya selama berada di Roma.

Dalam keterangan unggahannya pada dua hari lalu, Syahrul menyebut jika dirinya sedang melakukan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu.

Sementara itu, Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni mengaku sudah mendengar kabar Yasin Limpo jadi tersangka KPK. Namun, Sahroni ingin mendengar  penjelasan lengkap dari KPK soal kasus tersebut.

Dalam keterangannya pada Jumat (29/9/2023), Sahroni mengaku sudah mendengar informasi tersebut dari pemberitaan media sejak semalam.

Ia meminta untuk menghormati proses hukum yang berlangsung. Sahroni juga mendukung KPK untuk pemberantasan korupsi yang menyeret eks Bupati Kabupaten Gowa itu.

Profil Syahrul Yasin Limpo

Pria kelahiran 16 Maret 1955 ini mengawali karier politiknya sebagai kader Partai Golkar. 

Di partai berlambang pohon beringin itu, Syahrul pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar wilayah Sulawesi Selatan pada periode 1993 hingga 1998.

Namun, perjalanan politiknya di Partai Golkar berakhir pada tahun 2018, ketika ia memutuskan untuk pindah ke Partai Nasdem.  Ia kemudian dipercaya sebagai Ketua DPP Partai Nasdem untuk periode 2018-2023.

Di bidang pemerintahan, Syahrul memulai kariernya sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Setwilda) tingkat I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selama karier awalnya, beberapa jabatan yang pernah diemban, meliputi Kepala Bagian Pemerintahan Setwilda pada tahun 1987, Kepala Bagian Pembangunan Setwilda pada tahun 1988, dan Kepala Bagian Urusan Generasi Muda dan Olahraga Setwilda pada tahun 1989.

Pengalaman politiknya makin moncreng ketika ia ditunjuk sebagai Bupati Kabupaten Gowa selama dua periode berturut-turut, yakni dari tahun 1994 hingga 1998 dan kemudian dari tahun 1998 hingga 2002.

Ia kemudian melanjutkan karier politiknya dengan menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dari tahun 2003 hingga 2008.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Selatan tahun 2008, Yasin kembali terlibat dalam kontestasi politik. 

Kali ini, ia mencalonkan diri untuk kursi Gubernur Sulawesi Selatan, berpasangan dengan Agus Arifin Nu'mang sebagai calon wakil gubernur.

Keduanya mendapat dukungan dari beberapa partai, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Hasilnya, Syahrul dan Agus berhasil memenangkan kursi tertinggi dalam Pemerintahan Daerah Sulawesi Selatan dengan meraih dukungan sebanyak 39,53 persen suara.

Selain itu, ia juga memiliki pengalaman di berbagai lembaga. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPP KNPI Sulsel (1990-1993), Ketua DPP AMPI Sulsel (1993-1998), Ketua FKPPI Sulsel (2004-2008), Ketua Kwarda Gerakan Pramuka (2004-sekarang), serta Ketua Kosgoro 57 (1998).

Syahrul kemudian secara resmi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju. Ia menduduki posisi Menteri Pertanian selama periode 2019-2024.

Prestasi yang telah diraihnya juga mencakup beberapa penghargaan, seperti Penghargaan Satyalancana Pembangunan pada tahun 2001, Satyalancana Wira Karya pada tahun 2003, hingga penghargaan Gubernur Terbaik dalam Leadership Award pada tahun 2017.

Harta Kekayaan Syahrul Yasin Limpo

Dikutip dari laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Syahrul Yasin Limpo tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 20,05 miliar per 31 Desember 2022.

Harta Syahrul tidak bertambah secara signifikan dibanding masa awal dia menjabat sebagai Mentan. Harta kekayaannya tercatat Rp 18,96 miliar pada Oktober 2019.

Dalam laporan LHKPN 2022, harta kekayaan Yasin Limpo mencapai Rp 20.058.042.532. Harta tersebut terbagi dalam tanah dan bangunan sebesar Rp 11.31 miliar.

Tanah dan bangunan yang berada di Gowa dan Makassar itu diperoleh dari hasil sendiri serta warisan.

Ia juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,47 miliar, yakni mobil Mercedes Benz Sedan tahun 2004 seharga Rp 250 juta, mobil Toyota Alphard Minibus tahun 2004 senilai Rp 350 juta, dan Mobil Suzuki APV Minibus tahun 2004 seharga Rp 50 juta. 

Selain itu, Syahrul juga memiliki mobil Toyota Kijang Innova Minibus tahun 2014 seharga Rp 200 juta, mobil Mitsubishi Galant Sedan tahun 2000 seharga Rp 90 juta, dan mobil Cherokee Jeep tahun 2011 senilai Rp 500 juta. 

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga diketahui memiliki sepeda motor Harley Davidson tahun 1986 seharga Rp 35 juta.

Sementara, harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp 1.149.970.000, kas dan setara kas sebesar Rp. 6.118.817.382. 

Syahrul tercatat tidak memiliki utang sehingga total hartanya adalah Rp 20.058.042.532 (Rp 20,05 miliar).

Editor: Andy Tandang

Tag: #mentan    #syahrul yasin limpo    #hukum    #kpk    #korupsi   

BACA JUGA

BERITA TERBARU